Tuesday, 15 April 2014

KECEWA PADAKU

Apa yang dipercayai manusia
Dari pengkhianatan
Dari kebohongan
Dari pengingkaran janji lisan

Apa yang dipercayai manusia
Dari kemalasan
Dari keengganan
Dari tubuh yang gagap bergerak positif

Aku adalah,
Segala pengkhianatan
Segala kebohongan
Segala pengingkaran janji-janji lisan
Segala kemalasan
Segala keengganan
Segala kegagapan tubuh untuk usaha positif
Tidak bisa dipercaya manusia

Lalu di manakah kemanusiaan bisa kutemukan
Yang dikatakan oleh seorang filsuf Siliwangi
?

Sunday, 30 March 2014

SEPOTONG KISAH YANG BERTANYA

Aku berkisah tentang dua manusia
Yang setiap hari berpancakaki
Lebih banyaknya bercengkrama tanpa suara
Yang larut dalam asmara, kemudian bertanya tentang cinta

Maka sang gadis bertanya pada sang pria
Tentang orisinalitas cinta dalam dunia
Di bawah hujan malam yang dingin
Digelak canda tawa hingga keduanya terlupa

Maka beginilah, sepenggal,
Tentang orisinalitas cinta yang kau tanyakan :

Cinta adalah omong kosong.

Aku cinta padamu, omong kosong
Kamu cinta padaku, omong kosong
Dia cinta padamu, omong kosong
Anak sekolahan jatuh cinta, omong kosong

Berpacaran, omong kosong
Bertunangan, omong kosong
Pernikahan, omong kosong
Perceraianlah yang nyata

Lalu di mana realita cinta?
Adalah penuh makna tabu dan naif

Orisinalitas cinta
Adalah cinta yang berjalan bersama waktu
Kemurnian cinta terbukti saat cinta bersemi,
Ketika maut memisahkanku darimu
Atau maut memisahkanmu dariku

Di sanalah, titik orisinalitas cinta.
Cinta kemudian
Adalah asmara yang bersemi
Di bibir pemakaman.
________________________

Maka, wahai, gadis penerang malam
Bukanlah janji atau kata semanis madu,
Yang kau butuhkan untuk sebuah orisinalitas cinta
Kau hanya butuh satu hal, dan aku yakin kau punya satu hal ini.

Yang dibutuhkan ialah :
Sedikit KEBERANIAN
Yang dipupuk secara simultan
Yang berjalan bersama waktu
Yang berhias kasih dan sayang
Yang berlukis manisnya senyuman
Yang berbayang ketidakpastian
Yang bertudung pahit dan perih
Yang dihidangkan penuh duri
Yang dijalani berlinang air mata

Yang diakhiri
Oleh maut, yang memisahkanku darimu
Oleh maut, yang memisahkanmu dariku
Dan di titik itulah aku dan kau temukan
Sebuah cinta yang tak habis akan bersemi.



Keberanian, beranilah. -

Saturday, 8 March 2014

PERASAAN BANDUNG

Pada awan malam yang membawa hujan ke bumi
Pada hujan yang membawa air ke tanah
Pada air yang membiaskan spektrum cahaya ke dalam mata
Kepada Bandung yang membawa cinta ke dalam rasa

Pada masing mata kami yang bertemu beradu pandang
Pada ujung bibir yang tersenyum ditarik gelak tawa
Pada cerita yang disibakkan oleh renda keterbukaan
Oleh Bandung, yang selalu melibatkan perasaan

Tuhan ciptakan Bandung sembari tersenyum
Menyisipkan energi positif di setiap jengkal mukanya
Menuliskan kenangan
Yang kemudian ditulis dalam permata senyum sebelum tertidur

Aku mengantuk setengah mati
Berpeluk rasa yang ditanam Bumi Siliwangi
Berselimut bahagia yang tersirat di matamu, Rembulan pagi
Beralas cinta yang membentang sabuk orion semesta

Bandung, kota yang dicipta Tuhan dari karsa senyuman
Terlepas kajian geografis, jauh libatkan perasaan
Perasaanmu, wahai Bandung yang menyiram dengan hujan
Perasaanku, yang dihujani sukacita, disiram cahaya Rembulan.

Tuesday, 4 March 2014

MENJAGA GRAVITASI

Malam adalah rumahku bermenung
Menemaniku duduk berpangku
Melepaskan pikiran pada kerajaan yang lepas
Mengucap kata tanpa suara bersama asap mengepul

Semesta berputar dalam sebuah irama
Dengan pretensi ragam ikatan yang terjaga
Perletakan tata surya
Pada gravitasi Bumi yang bergerak menjaga Rembulan

Gravitasi adalah satuan gaya yang menarik
Kemudian menjaga koneksi pada semesta
Sebuah ikatan yang terjaga
Sebuah ikatan yang dihormati tata surya

Apakah ia yang menjagaku denganmu
Ikatan apa yang ada dalam perantara
Tanpa definisi gaya yang saling bekerja
Kemudian memberikan arti perlindungan

Pada sebuah ikatan yang ada aku menghormat
Atas sebuah gaya yang bekerja aku akan berjaga
Agar semesta tidak pecah lepas dari ikatannya
Agar Bumi dan Rembulan tidak terpisah dalam dunia

Bersama gravitasi aku bercinta dalam air mata
Kepada gravitasi aku menghormat dan menjaga.

Monday, 17 February 2014

TANGAN UNTUKMU

Dalam serambi bernaung malam
Aku menjamu menguntai kata
Berkata hati pada jemari yang bergerak
Merapal kata yang dipecah tombol-tombol

Apa yang salah tentang cinta
Bumi dan bulan bersama tanpa berucap
Apa yang salah tentang cinta
Yang tak terucap dalam perjumpaan

Bernaunglah di bawahku
Dari langit yang runtuh tiangnya
Dari panas yg membakar punggungku
Berlindunglah di belakangku
Dari angin yang hempaskan gunung
Berdiamlah dalam lingkarku
Dari dingin yang mencabik tulang

Kasih dan sayangku
Bagimu penunjuk jalan Tuhanku
Kaki dan tanganku
Bagimu saat sulit kau bangkit menopang

Sungguh penghormatanku padamu
Adalah satu-satunya norma

Apa yang salah tentang cinta
Sementara dibatasi norma penghormatan
Apa yang salah tentang cinta
Soal mengakhiri hidup bersama seorang wanita

Ini tanganku
Genggamlah kapan kau bisa
Aku tak akan melepasnya.

Wednesday, 12 February 2014

PETANI DI BAWAH TERANG REMBULAN

Apa yang kau tanam, adalah apa yang kau panen.

Dulu
Aku adalah petani yang buruk
Dengan bermodal hasrat
Dorongan kepemilikan hasil panen
Pada sebuah masa tua yang terasa belia

Apa yang bisa kutanam
Kubenamkan dalam tanah bebas
Tidaklah kurawat serta kujaga
Aku bertani asal ada hasil

Maka di sanalah aku
Terpuruk oleh hasil yang kotor

Kemudian
Akulah petani yang takut bertani
Digulung oleh hama penyesalan
Digerogoti gulma citra petani yang merusak
Petani yang menyakiti ladangnya dan berlalu pergi

Akulah petani yang takut bertani
Aku takut menyakiti bumi atas ladang taniku
Maka aku hanya bisa menjaga bumi dengan bodoh
Aku akan bertani jika aku benar siap sungguh bertani

Sekarang
Kulewati masa panjang menyepi kaca diri
Aku adalah petani yang siap bertani
Merawat pekerjaanku dengan keputusan
Sebuah komitmen dalam satuan waktu yang panjang

Memetik cinta, itulah aku bicara
Perihal umum yang tidak mudah

Dalam ikatan gravitasi
Bulan Sabit adalah kau yang mengakhiri ketakutanku
Bulan Sabit adalah keputusanku usai kaca diri

Maka akulah petani yang bertani untukmu seorang
Lalu aku menjadi tanah yang merawat benih-benih
Lalu aku menjadi luasan ladang yang menutupi bumi
Lalu aku menjadi bumi yang akan memanen tanganmu

Bumi yang meggandeng dan menjaga Rembulan
Tak lepas bersama hingga akhir zaman

Sebuah cerita Bumi dan Rembulan
Seorang petani di bawah terang Bulan Sabit.

Tuesday, 28 January 2014

DIMENSIPASI

Ada sebuah dimensi yang berhenti
Digambarkan oleh jemari yang kasar mukanya
Debur yang mendobrak amat kuat sebelumnya
Dipecahkan keraguan  memecah lambungnya

Ada Rembulan berpangku di balik awan
Jauh di dasar, pungguk mengangkat dagu pada angkasa
Memadu ragu beralas niat menjemput harapan
Memainkan remah cemas gandum pujaan

Apa yang hangat disebut cinta selalu
Bermakna mendung oleh selimut yang takut
Pernyataan pembenaran, kebenaran milik Tuhan
Digoyang oleh ragu tentang pelanggaran norma

Adakah aku salah berpijak, mengejar tanah harapan
Lancang pada harta angkasa bermata terang
Padu madunya bersama benda angkasa
Pungguk yang merangsek jibaku lapis atmosfer

Ada sebuah dimensi yang masih beku
Inginku ke tanah harapan
Menjadi sebuah Bumi
Bergandeng Rembulan terpisah akhir zaman

Adakah sebuah dimensi sudi melihat,