Aku melihat terang yang dijanjikan
Aku melihat terang dalam kegelapan
Aku melihat terang yang tersembunyikan
Aku memendam batu karang yang kuganjalkan.
Aku melihat persekutuan manusia dalam kegelapan.
Sunday, 6 July 2014
Friday, 23 May 2014
POHON DAN MANUSIA
Aku adalah sebuah pohon
Ayah, Ibu, Adik, dan keluargakulah akarnya
Sahabat-sahabta terbaikku adalah batangku yang amat kuat
Kawan-kawanku menjadi ranting yang meluas
Setiap helai daunku adalah mereka yang ada dalam kisahku
Engkau dan kalian adalah manusia
Ciptaan yang dikisahkan sebagai makhluk sempurna
Dikasihi dengan kemuliaan akal dan pikiran
Disayangi Sang Hyang Tuhan semesta dengan fungsi nurani
Engkau dan kalian adalah manusia
Yang difitrahkan hidup dalam dimensi sosial
Dicintai keluarga disayang kekasih hati
Disanjung sahabat dibela sampai mati masyarakat
Lalu kau bunuh ayah, ibu, adik, dan keluargaku
Lalu kau bunuh sahabat-sahabatku perlahan
Lalu kau bunuh kawan-kawanku seluruhnya
Kau musnahkan dan kau renggut semuanya dari aku
Aku adalah diam dan bisu, lalu mati.
Aku pasti mati.
Haruskah akarku tercabuti
Haruskah batangku habis di penebangan
Haruskah ranting-ranting patah tercecer
Haruskah daun-daunku jatuh berguguran
Haruskah aku kehilangan segalanya dengan kematianku?
Di tangan kalian.
Ayah, Ibu, Adik, dan keluargakulah akarnya
Sahabat-sahabta terbaikku adalah batangku yang amat kuat
Kawan-kawanku menjadi ranting yang meluas
Setiap helai daunku adalah mereka yang ada dalam kisahku
Engkau dan kalian adalah manusia
Ciptaan yang dikisahkan sebagai makhluk sempurna
Dikasihi dengan kemuliaan akal dan pikiran
Disayangi Sang Hyang Tuhan semesta dengan fungsi nurani
Engkau dan kalian adalah manusia
Yang difitrahkan hidup dalam dimensi sosial
Dicintai keluarga disayang kekasih hati
Disanjung sahabat dibela sampai mati masyarakat
Lalu kau bunuh ayah, ibu, adik, dan keluargaku
Lalu kau bunuh sahabat-sahabatku perlahan
Lalu kau bunuh kawan-kawanku seluruhnya
Kau musnahkan dan kau renggut semuanya dari aku
Aku adalah diam dan bisu, lalu mati.
Aku pasti mati.
Haruskah akarku tercabuti
Haruskah batangku habis di penebangan
Haruskah ranting-ranting patah tercecer
Haruskah daun-daunku jatuh berguguran
Haruskah aku kehilangan segalanya dengan kematianku?
Di tangan kalian.
Saturday, 3 May 2014
MANUSIA AKU
Di atas sana
Awan bergerak perlahan
Menutupi bumi dengan kegelapan
Menggelapkan bumi dengan air yang menggumpal
Di bawah sana
Bumi berpangku tangan
Memangku beban-beban manusia
Manusia yang memangku beban permasalahan
Di tengah sini
Manusia kelaparan dan terdiam
Terdiam tanpa alasan
Alasan kemalasan yang menunda hidup
Di tengah sini
Manusia bergelut dengan kondisi
Kondisi diri yang bahagia
Kondisi diri yang bersedih hati
Di tengah sini
Manusia menahan segala rasa
Yang tertahan karena tak terungkap
Yang tertahan karena masih tertahan
Di tengah sini
Manusia berdiam
Di bawah awan yang berada di atas
Menggelapkan dunia
Di tengah sini
Manusia berdiam
Di atas bumi yang menopang beban
Menopang manusia yang menopang beban
Di tengah sini
Manusia tertawa
Manusia tersenyum
Manusia menangis
Manusia meratap
Manusia berperang
Manusia bercinta
Manusia berjuang
Manusia bekerja
Manusia berbaring
Manusia bersandar
Manusia berlari
Manusia bercanda
Manusia melukis
Manusia menulis
Manusia menjual
Manusia membeli
Manusia bercinta
Manusia bercinta
Manusia bercinta
Manusia memadu kasih
Manusia bertaruh nasib dan takdirnya
Di tengah sini
Itu aku.
Awan bergerak perlahan
Menutupi bumi dengan kegelapan
Menggelapkan bumi dengan air yang menggumpal
Di bawah sana
Bumi berpangku tangan
Memangku beban-beban manusia
Manusia yang memangku beban permasalahan
Di tengah sini
Manusia kelaparan dan terdiam
Terdiam tanpa alasan
Alasan kemalasan yang menunda hidup
Di tengah sini
Manusia bergelut dengan kondisi
Kondisi diri yang bahagia
Kondisi diri yang bersedih hati
Di tengah sini
Manusia menahan segala rasa
Yang tertahan karena tak terungkap
Yang tertahan karena masih tertahan
Di tengah sini
Manusia berdiam
Di bawah awan yang berada di atas
Menggelapkan dunia
Di tengah sini
Manusia berdiam
Di atas bumi yang menopang beban
Menopang manusia yang menopang beban
Di tengah sini
Manusia tertawa
Manusia tersenyum
Manusia menangis
Manusia meratap
Manusia berperang
Manusia bercinta
Manusia berjuang
Manusia bekerja
Manusia berbaring
Manusia bersandar
Manusia berlari
Manusia bercanda
Manusia melukis
Manusia menulis
Manusia menjual
Manusia membeli
Manusia bercinta
Manusia bercinta
Manusia bercinta
Manusia memadu kasih
Manusia bertaruh nasib dan takdirnya
Di tengah sini
Itu aku.
Tuesday, 15 April 2014
KECEWA PADAKU
Apa yang dipercayai manusia
Dari pengkhianatan
Dari kebohongan
Dari pengingkaran janji lisan
Apa yang dipercayai manusia
Dari kemalasan
Dari keengganan
Dari tubuh yang gagap bergerak positif
Aku adalah,
Segala pengkhianatan
Segala kebohongan
Segala pengingkaran janji-janji lisan
Segala kemalasan
Segala keengganan
Segala kegagapan tubuh untuk usaha positif
Tidak bisa dipercaya manusia
Lalu di manakah kemanusiaan bisa kutemukan
Yang dikatakan oleh seorang filsuf Siliwangi
?
Dari pengkhianatan
Dari kebohongan
Dari pengingkaran janji lisan
Apa yang dipercayai manusia
Dari kemalasan
Dari keengganan
Dari tubuh yang gagap bergerak positif
Aku adalah,
Segala pengkhianatan
Segala kebohongan
Segala pengingkaran janji-janji lisan
Segala kemalasan
Segala keengganan
Segala kegagapan tubuh untuk usaha positif
Tidak bisa dipercaya manusia
Lalu di manakah kemanusiaan bisa kutemukan
Yang dikatakan oleh seorang filsuf Siliwangi
?
Sunday, 30 March 2014
SEPOTONG KISAH YANG BERTANYA
Aku berkisah tentang dua manusia
Yang setiap hari berpancakaki
Lebih banyaknya bercengkrama tanpa suara
Yang larut dalam asmara, kemudian bertanya tentang cinta
Maka sang gadis bertanya pada sang pria
Tentang orisinalitas cinta dalam dunia
Di bawah hujan malam yang dingin
Digelak canda tawa hingga keduanya terlupa
Maka beginilah, sepenggal,
Tentang orisinalitas cinta yang kau tanyakan :
Cinta adalah omong kosong.
Aku cinta padamu, omong kosong
Kamu cinta padaku, omong kosong
Dia cinta padamu, omong kosong
Anak sekolahan jatuh cinta, omong kosong
Berpacaran, omong kosong
Bertunangan, omong kosong
Pernikahan, omong kosong
Perceraianlah yang nyata
Lalu di mana realita cinta?
Adalah penuh makna tabu dan naif
Orisinalitas cinta
Adalah cinta yang berjalan bersama waktu
Kemurnian cinta terbukti saat cinta bersemi,
Ketika maut memisahkanku darimu
Atau maut memisahkanmu dariku
Di sanalah, titik orisinalitas cinta.
Cinta kemudian
Adalah asmara yang bersemi
Di bibir pemakaman.
________________________
Maka, wahai, gadis penerang malam
Bukanlah janji atau kata semanis madu,
Yang kau butuhkan untuk sebuah orisinalitas cinta
Kau hanya butuh satu hal, dan aku yakin kau punya satu hal ini.
Yang dibutuhkan ialah :
Sedikit KEBERANIAN
Yang dipupuk secara simultan
Yang berjalan bersama waktu
Yang berhias kasih dan sayang
Yang berlukis manisnya senyuman
Yang berbayang ketidakpastian
Yang bertudung pahit dan perih
Yang dihidangkan penuh duri
Yang dijalani berlinang air mata
Yang diakhiri
Oleh maut, yang memisahkanku darimu
Oleh maut, yang memisahkanmu dariku
Dan di titik itulah aku dan kau temukan
Sebuah cinta yang tak habis akan bersemi.
Keberanian, beranilah. -
Yang setiap hari berpancakaki
Lebih banyaknya bercengkrama tanpa suara
Yang larut dalam asmara, kemudian bertanya tentang cinta
Maka sang gadis bertanya pada sang pria
Tentang orisinalitas cinta dalam dunia
Di bawah hujan malam yang dingin
Digelak canda tawa hingga keduanya terlupa
Maka beginilah, sepenggal,
Tentang orisinalitas cinta yang kau tanyakan :
Cinta adalah omong kosong.
Aku cinta padamu, omong kosong
Kamu cinta padaku, omong kosong
Dia cinta padamu, omong kosong
Anak sekolahan jatuh cinta, omong kosong
Berpacaran, omong kosong
Bertunangan, omong kosong
Pernikahan, omong kosong
Perceraianlah yang nyata
Lalu di mana realita cinta?
Adalah penuh makna tabu dan naif
Orisinalitas cinta
Adalah cinta yang berjalan bersama waktu
Kemurnian cinta terbukti saat cinta bersemi,
Ketika maut memisahkanku darimu
Atau maut memisahkanmu dariku
Di sanalah, titik orisinalitas cinta.
Cinta kemudian
Adalah asmara yang bersemi
Di bibir pemakaman.
________________________
Maka, wahai, gadis penerang malam
Bukanlah janji atau kata semanis madu,
Yang kau butuhkan untuk sebuah orisinalitas cinta
Kau hanya butuh satu hal, dan aku yakin kau punya satu hal ini.
Yang dibutuhkan ialah :
Sedikit KEBERANIAN
Yang dipupuk secara simultan
Yang berjalan bersama waktu
Yang berhias kasih dan sayang
Yang berlukis manisnya senyuman
Yang berbayang ketidakpastian
Yang bertudung pahit dan perih
Yang dihidangkan penuh duri
Yang dijalani berlinang air mata
Yang diakhiri
Oleh maut, yang memisahkanku darimu
Oleh maut, yang memisahkanmu dariku
Dan di titik itulah aku dan kau temukan
Sebuah cinta yang tak habis akan bersemi.
Keberanian, beranilah. -
Saturday, 8 March 2014
PERASAAN BANDUNG
Pada awan malam yang membawa hujan ke bumi
Pada hujan yang membawa air ke tanah
Pada air yang membiaskan spektrum cahaya ke dalam mata
Kepada Bandung yang membawa cinta ke dalam rasa
Pada masing mata kami yang bertemu beradu pandang
Pada ujung bibir yang tersenyum ditarik gelak tawa
Pada cerita yang disibakkan oleh renda keterbukaan
Oleh Bandung, yang selalu melibatkan perasaan
Tuhan ciptakan Bandung sembari tersenyum
Menyisipkan energi positif di setiap jengkal mukanya
Menuliskan kenangan
Yang kemudian ditulis dalam permata senyum sebelum tertidur
Aku mengantuk setengah mati
Berpeluk rasa yang ditanam Bumi Siliwangi
Berselimut bahagia yang tersirat di matamu, Rembulan pagi
Beralas cinta yang membentang sabuk orion semesta
Bandung, kota yang dicipta Tuhan dari karsa senyuman
Terlepas kajian geografis, jauh libatkan perasaan
Perasaanmu, wahai Bandung yang menyiram dengan hujan
Perasaanku, yang dihujani sukacita, disiram cahaya Rembulan.
Pada hujan yang membawa air ke tanah
Pada air yang membiaskan spektrum cahaya ke dalam mata
Kepada Bandung yang membawa cinta ke dalam rasa
Pada masing mata kami yang bertemu beradu pandang
Pada ujung bibir yang tersenyum ditarik gelak tawa
Pada cerita yang disibakkan oleh renda keterbukaan
Oleh Bandung, yang selalu melibatkan perasaan
Tuhan ciptakan Bandung sembari tersenyum
Menyisipkan energi positif di setiap jengkal mukanya
Menuliskan kenangan
Yang kemudian ditulis dalam permata senyum sebelum tertidur
Aku mengantuk setengah mati
Berpeluk rasa yang ditanam Bumi Siliwangi
Berselimut bahagia yang tersirat di matamu, Rembulan pagi
Beralas cinta yang membentang sabuk orion semesta
Bandung, kota yang dicipta Tuhan dari karsa senyuman
Terlepas kajian geografis, jauh libatkan perasaan
Perasaanmu, wahai Bandung yang menyiram dengan hujan
Perasaanku, yang dihujani sukacita, disiram cahaya Rembulan.
Tuesday, 4 March 2014
MENJAGA GRAVITASI
Malam adalah rumahku bermenung
Menemaniku duduk berpangku
Melepaskan pikiran pada kerajaan yang lepas
Mengucap kata tanpa suara bersama asap mengepul
Semesta berputar dalam sebuah irama
Dengan pretensi ragam ikatan yang terjaga
Perletakan tata surya
Pada gravitasi Bumi yang bergerak menjaga Rembulan
Gravitasi adalah satuan gaya yang menarik
Kemudian menjaga koneksi pada semesta
Sebuah ikatan yang terjaga
Sebuah ikatan yang dihormati tata surya
Apakah ia yang menjagaku denganmu
Ikatan apa yang ada dalam perantara
Tanpa definisi gaya yang saling bekerja
Kemudian memberikan arti perlindungan
Pada sebuah ikatan yang ada aku menghormat
Atas sebuah gaya yang bekerja aku akan berjaga
Agar semesta tidak pecah lepas dari ikatannya
Agar Bumi dan Rembulan tidak terpisah dalam dunia
Bersama gravitasi aku bercinta dalam air mata
Kepada gravitasi aku menghormat dan menjaga.
Menemaniku duduk berpangku
Melepaskan pikiran pada kerajaan yang lepas
Mengucap kata tanpa suara bersama asap mengepul
Semesta berputar dalam sebuah irama
Dengan pretensi ragam ikatan yang terjaga
Perletakan tata surya
Pada gravitasi Bumi yang bergerak menjaga Rembulan
Gravitasi adalah satuan gaya yang menarik
Kemudian menjaga koneksi pada semesta
Sebuah ikatan yang terjaga
Sebuah ikatan yang dihormati tata surya
Apakah ia yang menjagaku denganmu
Ikatan apa yang ada dalam perantara
Tanpa definisi gaya yang saling bekerja
Kemudian memberikan arti perlindungan
Pada sebuah ikatan yang ada aku menghormat
Atas sebuah gaya yang bekerja aku akan berjaga
Agar semesta tidak pecah lepas dari ikatannya
Agar Bumi dan Rembulan tidak terpisah dalam dunia
Bersama gravitasi aku bercinta dalam air mata
Kepada gravitasi aku menghormat dan menjaga.
Subscribe to:
Posts (Atom)